Sabtu, 23 Desember 2023

 



Literasi Manusia Di Era Masyarakat Kontemporer

By: Aulia Maksum


Pada era globalisasi masyarakat yang semakin beragam, wajar saja jika menghidupkan keragaman budaya. Hal tersebut tidak terlepas dari perubahan sosial yang terjadi di zaman modern ini. Perubahan sosial tersebut ditandai dengan corak hidup yang mengalami peningkatan dan berkembang pesat.

Salah satu penyebab dari perubahan sosial ini adalah dengan adanya  internet sebagai sebuah medium untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan menghargai itu. Namun, internet sebagai medium memiliki beban kelemahan yang meminimalkan cakupan informasi dan melahirkan masalah baru. Masyarakat sekarang memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan masa lalu, dimana semua tindakan dan perilaku masyarakat disusun oleh peraturan yang telah ada. Hal ini tercermin dalam perubahan sosial yang menimbulkan berbagai kelompok masyarakat yang merupakan komunitas melalui perkembangan komunikasi manusia.

Literasi manusia adalah aspek fundamental dari perkembangan dan komunikasi manusia. Ini mencakup kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi, dan telah berkembang dari bentuk tradisional ke platform digital. Dampak literasi terhadap pertumbuhan pribadi dan masyarakat tidak dapat dilebih-lebihkan, karena hal ini memungkinkan individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan politik. Esai ini akan mengeksplorasi definisi literasi manusia, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan signifikansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer.

Masyarakat kontemporer merujuk pada masyarakat modern atau saat ini, yang tidak terlepas dari teknologi dan cenderung mengedepankan gaya hidup, konsumerisme, serta teknologi. Beberapa ciri masyarakat kontemporer termasuk ketergantungan pada teknologi, konsumerisme, kesenjangan sosial, serta adopsi terhadap budaya populer dan gaya hidup modern. Beberapa pemikir seperti Herbert Marcuse dan Jean Baudrillard telah membandingkan pemikiran mereka mengenai konsumerisme dalam masyarakat kontemporer, menyoroti perbedaan mendasar dalam pandangan keduanya. Selain itu, masyarakat kontemporer Indonesia juga ditandai dengan sensitivitas, penerapan terhadap kemoderenan, dan perubahan perilaku konsumsi di era belanja berani. Oleh karena itu, masyarakat kontemporer merupakan subjek yang menarik untuk dikaji dalam konteks literasi manusia yang menyebabkan perubahan sosial, perilaku konsumsi, dan dampak teknologi.

Literasi manusia memainkan peran kunci dalam membentuk individu yang mampu berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat kontemporer. Literasi telah mengalami perubahan signifikan selama bertahun-tahun, dari bentuk membaca dan menulis yang tradisional hingga platform digital seperti media sosial dan komunikasi online. Kemampuan membaca dan menulis selalu penting bagi perkembangan manusia, karena memungkinkan individu memperoleh pengetahuan, mengekspresikan diri, dan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam masyarakat kontemporer, literasi digital menjadi semakin penting karena memungkinkan individu untuk ikut berpartisipasi dalam dunia digital. Dampak literasi terhadap pertumbuhan pribadi dan masyarakat sangatlah signifikan, karena literasi manusia akan menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan inovasi dari individu manusia itu sendiri.

Menurut Aoun (2017), literasi manusia merupakan literasi yang paling penting karena memperlengkapi seseorang untuk lingkungan sosial, memberikan kekuatan untuk berkomunikasi, dan memanfaatkan kapasitas manusia yang dimiliki untuk keanggunan dan keindahan. Literasi manusia memainkan peran kunci dalam menghadapi era masyarakat kontemporer, terutama di tengah revolusi indrustri 4.0 dan masyarakat 5.0

Literasi manusia mencakup beberapa aspek, seperti:

  • Socially: Kemampuan berinteraksi, membangun hubungan antar manusia, bekerjasama, dan memiliki jiwa kepemimpinan
  • Physically: Kemampuan menjadi individu yang memiliki kesadaran akan kesehatan pribadi, masyarakat, dan lingkungan
  • Intellectually: Kemampuan problem-solving dan berpikir kreatif
  • Culturally: Kemampuan memahami beragam budaya dan beradaptasi dengan budaya berbeda
  • Emotionally: Kemampuan meningkatkan kualitas mental health

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi literasi manusia, antara lain faktor sosial ekonomi, teknologi, dan psikologis. Faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan, pendidikan, dan budaya memainkan peran penting dalam menentukan tingkat kemampuan seseorang untuk membaca, menulis dan memahami sesuatu sehingga dapat mengakses pendidikan, informasi, dan kesempatan kerja. Individu yang berasal dari latar belakang berpendapatan rendah atau komunitas yang terpinggirkan sering kali tidak memiliki akses terhadap pendidikan dan sumber daya berkualitas, sehingga dapat menghambat pengembangan literasi mereka. Faktor teknologi seperti akses dan kemahiran dalam alat digital juga berdampak pada literasi manusia. Kesenjangan digital antara negara maju dan berkembang, misalnya, dapat membatasi akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Faktor psikologis seperti motivasi, minat, dan ketidakmampuan belajar juga mempengaruhi literasi manusia, karena dapat mempengaruhi kemampuan dan kemauan seseorang untuk belajar.

Literasi manusia dapat membantu mahasiswa yang kompetitif di era masyarakat kontemporer ini dalam beberapa aspek tertentu. Berikut adalah bagaimana literasi manusia membantu pelajar:

  • Membaca keterampilan soft skill : Literasi manusia membantu siswa mengembangkan keterampilan soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, yang diperlukan dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari
  • Mengadaptasi perubahan : Pada era masyarakat kontemporer, perubahan cepat menjadi kebijakan. Literasi manusia membantu siswa mengadaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan mengembangkan kemampuan untuk berinovasi dan mengenali perubahan
  • Mengatasi tantangan global : Mahasiswa yang kompetitif di era kontemporer harus siap menghadapi tantangan global. Literasi manusia membantu mereka memahami budaya yang berbeda dan mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dalam lingkungan internasional
  • Memahami keterampilan teknologi : Pada era masyarakat kontemporer banyak bergantung pada penggunaan teknologi canggih. Literasi manusia membantu siswa mengembangkan keterampilan dalam menggunakan teknologi dan mengadaptasi dengan perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi
  • Mengatasi kesulitan dalam pembelajaran : Pembelajaran jarak jauh menjadi lebih populer di era masyarakat kontemporer. Literasi manusia membantu siswa mengatasi kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh dan mengembangkan kemampuan belajar mandiri melalui penggunaan teknologi
  • Memahami keterampilan pengelolaan : Pada era kontemporer ini diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap mengelola perubahan. Literasi manusia membantu siswa mengembangkan keterampilan pengelolaan yang diperlukan untuk mengelola proyek dan merek

Secara keseluruhan, literasi manusia membantu pelajar menghadapi tantangan di era masyarakat kontemporer ini dengan mengembangkan keterampilan yang diperlukan, mengadaptasi dengan perubahan, dan menjadi seseorang yang siap berkontribusi dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari

Dalam masyarakat kontemporer, literasi menjadi semakin penting, khususnya di era digital. Berpikir kritis dan literasi media adalah keterampilan penting yang memungkinkan individu menavigasi dan mengevaluasi sejumlah besar informasi yang tersedia secara online. Hubungan antara literasi dan demokrasi, hak-hak sipil, dan keadilan sosial juga penting karena memungkinkan individu untuk berpartisipasi penuh dalam kegiatan politik dan sosial. Selain itu, literasi mempunyai potensi untuk menjembatani kesenjangan digital global dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan membekali individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam dunia digital, literasi dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial.

Di era masyarakat kontemporer, penguatan literasi manusia melibatkan peningkatan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis pada masyarakat:

  • Berpikir Kritis : kemampuan seseorang dalam menganalisis sebuah fakta dalam bentuk penilaian.
  • Pemanfaatan Teknologi Informasi : Memanfaatkan informasi teknologi untuk mengakses dan menggunakan informasi yang diperlukan.
  • Memahami Budaya Digital : Mengetahui budaya dan norma yang mengarah ke dunia digital.
  • Literasi Kesehatan, Finansial, Data, Kritikal, Teknologi, dan Statistik : Menghasilkan kemampuan dalam mengelola berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan, finansial, pengelolaan data, berpikir kritis, teknologi, dan statistik.

Literasi manusia di era masyarakat kontemporer juga berkaitan dengan penguatan komunitas literasi dan kemampuan berpikir kritis. Dalam konteks ini, literasi manusia dan literasi digital secara sepintas dianggap sama, dan keduanya berkaitan dengan pengembangan seseorang sebagai individu yang berintegritas dan mampu berkomunikasi dan berpartisipasi secara penuh dalam komunitas dan masyarakat. Selain itu, penguatan literasi manusia juga melibatkan pengembangan literasi agama, yang mencakup pemahaman dasar tentang sejarah, teks-teks sentral, kepercayaan, praktik, dan manifestasi kontemporer dari beberapa tradisi keagamaan dunia saat tradisi tersebut muncul dan konteks sejarah dan budaya. Di era masyarakat kontemporer, literasi manusia harus berkembang bersamaan dengan komunitas literasi dan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan di era industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Kesimpulannya, literasi manusia merupakan aspek penting dari perkembangan manusia dan komunikasi. Hal ini telah berevolusi dari bentuk tradisional seperti membaca koran, majalah, dan/atau buku ke platform digital untuk mendapatkan informasi pengetahuan atau sebagainya, dampak dari literasi manusia terhadap pertumbuhan pribadi dan masyarakat tidak bisa dilebih-lebihkan. Literasi manusia memainkan peran kunci dalam menghadapi era masyarakat kontemporer, terutama di tengah revolusi indrustri 4.0 dan masyarakat 5.0. Beberapa aspek yang meliputi literasi manusia seperti socially, physically, intellectually, culturally, dan emotionally erat kaitannya dengan kemampuan individu (manusia) dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Faktor-faktor seperti faktor sosial ekonomi, teknologi, dan psikologis mempengaruhi tingkat literasi manusia, dan dampaknya harus diatasi untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap pendidikan dan sumber daya yang berkualitas. Literasi manusia ini juga diperlukan dalam dunia pembelajaran untuk menjadikan para pelajar lebih kompetitif. Penguatan literasi manusia dapat membantu mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, yang diperlukan dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat kontemporer, pemikiran kritis dan literasi media adalah keterampilan penting yang memungkinkan individu menavigasi sejumlah besar informasi yang tersedia secara online. Selain itu, literasi mempunyai potensi untuk menjembatani kesenjangan digital global dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dalam menghadapi era masyarakat kontemporer, literasi manusia menjadi alat yang memberdayakan manusia dan memampukannya untuk memenuhi tantangan di era modern. Namun, penting juga untuk tidak mengabaikan literasi lokal yang mengakar pada kekhasan praktik budaya dan jati diri bangsa. Ideologi pemahaman tentang literasi kaum marginal memberikan alternatif bagi model literasi, sehingga literasi manusia tidak hanya dipandang sebagai alat untuk memenuhi tuntutan era modern, tetapi juga sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan literasi.


Daftar Pustaka

Keristian Dahurandi, Vinsensius Nase. 2020. LITERASI MANUSIA, SOSIAL DAN RELIGIUS DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 DAN ERA MASYARAKAT 5.0.

Mahfirotul Fitria, Meilan Arsanti, Cahyo Hasanudin. 2022. Strategi Meningkatkan Literasi Digital Pada Masyarakat di Era Society 5.0. Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya (Protasis): Amik Veteran Porwokerto . https://protasis.amikveteran.ac.id/index.php/protasis

Suyatmini, Titik Ulfatun, Kardiyem, Yovi Annang Setiyawan, Arnida Kusumaningtyas. 2021. EDUKASI LITERASI MANUSIA DAN MODEL PEMBELAJARAN. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. Volume 5. Nomor 1. Hal: 410-414

Vella Anggresta. 2019. LITERASI MANUSIA UNTUK MENYIAPKAN MAHASISWA YANG KOMPETITIF DI ERA INDUSTRI 4,0. Program Studi Pendidikan Ekonomi: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial. Universitas Indraprasta PGRI. Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 3. Hal: 217-222

https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Faktor/article/view/4459/2787

https://bpa.telkomuniversity.ac.id/literasi-manusia/

 

Email: maksumaulia95@gmail.com

Instagram: @eyy_auu

  Literasi Manusia Di Era Masyarakat Kontemporer By: Aulia Maksum Pada era globalisasi masyarakat yang semakin beragam, wajar saja jika meng...