Literasi Manusia Di Era
Masyarakat Kontemporer
By: Aulia Maksum
Pada era globalisasi
masyarakat yang semakin beragam, wajar saja jika menghidupkan keragaman budaya.
Hal tersebut tidak terlepas dari perubahan sosial yang terjadi di zaman modern
ini. Perubahan sosial tersebut ditandai dengan corak hidup yang mengalami
peningkatan dan berkembang pesat.
Salah satu penyebab dari
perubahan sosial ini adalah dengan adanya
internet sebagai sebuah medium untuk membantu masyarakat memperoleh
informasi dan menghargai itu. Namun, internet sebagai medium memiliki beban
kelemahan yang meminimalkan cakupan informasi dan melahirkan masalah baru.
Masyarakat sekarang memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan masa
lalu, dimana semua tindakan dan perilaku masyarakat disusun oleh peraturan yang
telah ada. Hal ini tercermin dalam perubahan sosial yang menimbulkan berbagai
kelompok masyarakat yang merupakan komunitas melalui perkembangan komunikasi
manusia.
Literasi manusia adalah
aspek fundamental dari perkembangan dan komunikasi manusia. Ini mencakup
kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi, dan telah berkembang dari
bentuk tradisional ke platform digital. Dampak literasi terhadap pertumbuhan
pribadi dan masyarakat tidak dapat dilebih-lebihkan, karena hal ini memungkinkan
individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan politik. Esai
ini akan mengeksplorasi definisi literasi manusia, faktor-faktor yang
mempengaruhinya, dan signifikansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Masyarakat kontemporer
merujuk pada masyarakat modern atau saat ini, yang tidak terlepas dari
teknologi dan cenderung mengedepankan gaya hidup, konsumerisme, serta
teknologi. Beberapa ciri masyarakat kontemporer termasuk ketergantungan pada
teknologi, konsumerisme, kesenjangan sosial, serta adopsi terhadap budaya
populer dan gaya hidup modern. Beberapa pemikir seperti Herbert Marcuse dan
Jean Baudrillard telah membandingkan pemikiran mereka mengenai konsumerisme
dalam masyarakat kontemporer, menyoroti perbedaan mendasar dalam pandangan
keduanya. Selain itu, masyarakat kontemporer Indonesia juga ditandai dengan
sensitivitas, penerapan terhadap kemoderenan, dan perubahan perilaku konsumsi
di era belanja berani. Oleh karena itu, masyarakat kontemporer merupakan subjek
yang menarik untuk dikaji dalam konteks literasi manusia yang menyebabkan
perubahan sosial, perilaku konsumsi, dan dampak teknologi.
Literasi manusia
memainkan peran kunci dalam membentuk individu yang mampu berpartisipasi secara
penuh dalam masyarakat kontemporer. Literasi telah mengalami perubahan
signifikan selama bertahun-tahun, dari bentuk membaca dan menulis yang
tradisional hingga platform digital seperti media sosial dan komunikasi online.
Kemampuan membaca dan menulis selalu penting bagi perkembangan manusia, karena
memungkinkan individu memperoleh pengetahuan, mengekspresikan diri, dan
berkomunikasi dengan orang lain. Dalam masyarakat kontemporer, literasi digital
menjadi semakin penting karena memungkinkan individu untuk ikut berpartisipasi
dalam dunia digital. Dampak literasi terhadap pertumbuhan pribadi dan
masyarakat sangatlah signifikan, karena literasi manusia akan menumbuhkan
pemikiran kritis, kreativitas, dan inovasi dari individu manusia itu sendiri.
Menurut Aoun (2017),
literasi manusia merupakan literasi yang paling penting karena memperlengkapi
seseorang untuk lingkungan sosial, memberikan kekuatan untuk berkomunikasi, dan
memanfaatkan kapasitas manusia yang dimiliki untuk keanggunan dan keindahan.
Literasi manusia memainkan peran kunci dalam menghadapi era masyarakat
kontemporer, terutama di tengah revolusi indrustri 4.0 dan masyarakat 5.0
Literasi manusia mencakup
beberapa aspek, seperti:
- Socially:
Kemampuan berinteraksi, membangun hubungan antar manusia, bekerjasama, dan
memiliki jiwa kepemimpinan
- Physically:
Kemampuan menjadi individu yang memiliki kesadaran akan kesehatan pribadi,
masyarakat, dan lingkungan
- Intellectually:
Kemampuan problem-solving dan berpikir kreatif
- Culturally:
Kemampuan memahami beragam budaya dan beradaptasi dengan budaya berbeda
- Emotionally:
Kemampuan meningkatkan kualitas mental health
Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi literasi manusia, antara lain faktor sosial ekonomi, teknologi,
dan psikologis. Faktor sosial ekonomi seperti kemiskinan, pendidikan, dan
budaya memainkan peran penting dalam menentukan tingkat kemampuan seseorang
untuk membaca, menulis dan memahami sesuatu sehingga dapat mengakses
pendidikan, informasi, dan kesempatan kerja. Individu yang berasal dari latar
belakang berpendapatan rendah atau komunitas yang terpinggirkan sering kali
tidak memiliki akses terhadap pendidikan dan sumber daya berkualitas, sehingga
dapat menghambat pengembangan literasi mereka. Faktor teknologi seperti akses
dan kemahiran dalam alat digital juga berdampak pada literasi manusia. Kesenjangan
digital antara negara maju dan berkembang, misalnya, dapat membatasi akses
terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Faktor psikologis seperti
motivasi, minat, dan ketidakmampuan belajar juga mempengaruhi literasi manusia,
karena dapat mempengaruhi kemampuan dan kemauan seseorang untuk belajar.
Literasi manusia dapat
membantu mahasiswa yang kompetitif di era masyarakat kontemporer ini dalam
beberapa aspek tertentu. Berikut adalah bagaimana literasi manusia membantu
pelajar:
- Membaca
keterampilan soft skill : Literasi manusia membantu siswa mengembangkan
keterampilan soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis,
kreatif, dan inovatif, yang diperlukan dalam dunia kerja dan kehidupan
sehari-hari
- Mengadaptasi
perubahan : Pada era masyarakat kontemporer, perubahan cepat menjadi
kebijakan. Literasi manusia membantu siswa mengadaptasi dengan cepat
terhadap perubahan dan mengembangkan kemampuan untuk berinovasi dan
mengenali perubahan
- Mengatasi
tantangan global : Mahasiswa yang kompetitif di era kontemporer harus siap
menghadapi tantangan global. Literasi manusia membantu mereka memahami
budaya yang berbeda dan mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dalam
lingkungan internasional
- Memahami
keterampilan teknologi : Pada era masyarakat kontemporer banyak bergantung
pada penggunaan teknologi canggih. Literasi manusia membantu siswa
mengembangkan keterampilan dalam menggunakan teknologi dan mengadaptasi
dengan perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi
- Mengatasi
kesulitan dalam pembelajaran : Pembelajaran jarak jauh menjadi lebih
populer di era masyarakat kontemporer. Literasi manusia membantu siswa
mengatasi kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh dan mengembangkan
kemampuan belajar mandiri melalui penggunaan teknologi
- Memahami
keterampilan pengelolaan : Pada era kontemporer ini diperlukan sumber daya
manusia yang berkualitas dan siap mengelola perubahan. Literasi manusia
membantu siswa mengembangkan keterampilan pengelolaan yang diperlukan
untuk mengelola proyek dan merek
Secara keseluruhan,
literasi manusia membantu pelajar menghadapi tantangan di era masyarakat
kontemporer ini dengan mengembangkan keterampilan yang diperlukan, mengadaptasi
dengan perubahan, dan menjadi seseorang yang siap berkontribusi dalam dunia
kerja dan kehidupan sehari-hari
Dalam masyarakat
kontemporer, literasi menjadi semakin penting, khususnya di era digital.
Berpikir kritis dan literasi media adalah keterampilan penting yang
memungkinkan individu menavigasi dan mengevaluasi sejumlah besar informasi yang
tersedia secara online. Hubungan antara literasi dan demokrasi, hak-hak sipil,
dan keadilan sosial juga penting karena memungkinkan individu untuk
berpartisipasi penuh dalam kegiatan politik dan sosial. Selain itu, literasi
mempunyai potensi untuk menjembatani kesenjangan digital global dan mendorong
pembangunan berkelanjutan. Dengan membekali individu dengan keterampilan dan
pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam dunia digital, literasi
dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial.
Di era masyarakat
kontemporer, penguatan literasi manusia melibatkan peningkatan literasi digital
dan kemampuan berpikir kritis. Berikut adalah beberapa strategi untuk
meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis pada masyarakat:
- Berpikir
Kritis : kemampuan seseorang dalam menganalisis sebuah fakta dalam bentuk
penilaian.
- Pemanfaatan
Teknologi Informasi : Memanfaatkan informasi teknologi untuk mengakses dan
menggunakan informasi yang diperlukan.
- Memahami
Budaya Digital : Mengetahui budaya dan norma yang mengarah ke dunia
digital.
- Literasi
Kesehatan, Finansial, Data, Kritikal, Teknologi, dan Statistik :
Menghasilkan kemampuan dalam mengelola berbagai aspek kehidupan
sehari-hari, termasuk kesehatan, finansial, pengelolaan data, berpikir
kritis, teknologi, dan statistik.
Literasi manusia di era
masyarakat kontemporer juga berkaitan dengan penguatan komunitas literasi dan
kemampuan berpikir kritis. Dalam konteks ini, literasi manusia dan literasi
digital secara sepintas dianggap sama, dan keduanya berkaitan dengan
pengembangan seseorang sebagai individu yang berintegritas dan mampu
berkomunikasi dan berpartisipasi secara penuh dalam komunitas dan masyarakat. Selain
itu, penguatan literasi manusia juga melibatkan pengembangan literasi agama,
yang mencakup pemahaman dasar tentang sejarah, teks-teks sentral, kepercayaan,
praktik, dan manifestasi kontemporer dari beberapa tradisi keagamaan dunia saat
tradisi tersebut muncul dan konteks sejarah dan budaya. Di era masyarakat
kontemporer, literasi manusia harus berkembang bersamaan dengan komunitas
literasi dan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan di era
industri 4.0 dan masyarakat 5.0.
Kesimpulannya, literasi manusia merupakan aspek penting dari perkembangan manusia dan komunikasi. Hal ini telah berevolusi dari bentuk tradisional seperti membaca koran, majalah, dan/atau buku ke platform digital untuk mendapatkan informasi pengetahuan atau sebagainya, dampak dari literasi manusia terhadap pertumbuhan pribadi dan masyarakat tidak bisa dilebih-lebihkan. Literasi manusia memainkan peran kunci dalam menghadapi era masyarakat kontemporer, terutama di tengah revolusi indrustri 4.0 dan masyarakat 5.0. Beberapa aspek yang meliputi literasi manusia seperti socially, physically, intellectually, culturally, dan emotionally erat kaitannya dengan kemampuan individu (manusia) dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Faktor-faktor seperti faktor sosial ekonomi, teknologi, dan psikologis mempengaruhi tingkat literasi manusia, dan dampaknya harus diatasi untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap pendidikan dan sumber daya yang berkualitas. Literasi manusia ini juga diperlukan dalam dunia pembelajaran untuk menjadikan para pelajar lebih kompetitif. Penguatan literasi manusia dapat membantu mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, yang diperlukan dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat kontemporer, pemikiran kritis dan literasi media adalah keterampilan penting yang memungkinkan individu menavigasi sejumlah besar informasi yang tersedia secara online. Selain itu, literasi mempunyai potensi untuk menjembatani kesenjangan digital global dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dalam menghadapi era masyarakat kontemporer, literasi manusia menjadi alat yang memberdayakan manusia dan memampukannya untuk memenuhi tantangan di era modern. Namun, penting juga untuk tidak mengabaikan literasi lokal yang mengakar pada kekhasan praktik budaya dan jati diri bangsa. Ideologi pemahaman tentang literasi kaum marginal memberikan alternatif bagi model literasi, sehingga literasi manusia tidak hanya dipandang sebagai alat untuk memenuhi tuntutan era modern, tetapi juga sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan literasi.
Daftar Pustaka
Keristian
Dahurandi, Vinsensius Nase. 2020. LITERASI MANUSIA, SOSIAL DAN RELIGIUS DALAM
MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 DAN ERA MASYARAKAT 5.0.
Mahfirotul
Fitria, Meilan Arsanti, Cahyo Hasanudin. 2022. Strategi Meningkatkan Literasi Digital
Pada Masyarakat di Era Society 5.0. Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan
Pengajarannya (Protasis): Amik Veteran Porwokerto . https://protasis.amikveteran.ac.id/index.php/protasis
Suyatmini,
Titik Ulfatun, Kardiyem, Yovi Annang Setiyawan, Arnida Kusumaningtyas. 2021.
EDUKASI LITERASI MANUSIA DAN MODEL PEMBELAJARAN. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Berkemajuan. Volume 5. Nomor 1. Hal: 410-414
Vella
Anggresta. 2019. LITERASI MANUSIA UNTUK MENYIAPKAN MAHASISWA YANG KOMPETITIF DI
ERA INDUSTRI 4,0. Program Studi Pendidikan Ekonomi: Fakultas Ilmu Pendidikan
dan Pengetahuan Sosial. Universitas Indraprasta PGRI. Faktor Jurnal Ilmiah
Kependidikan Vol. 6 No. 3. Hal: 217-222
https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Faktor/article/view/4459/2787
https://bpa.telkomuniversity.ac.id/literasi-manusia/
Email: maksumaulia95@gmail.com
Instagram: @eyy_auu